Sel. Sep 21st, 2021

Rekonstruksi Jembatan Dusun Sawah Kontraktor Langgar Prokes, Hindari Wartawan

AGEN07.COM – Kabupaten Bengkulu Tengah, –  Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mengalokasikan anggaran untuk Rekonstruksi jembatan Jurusan Dusun Sawah, dengan Pagu Rp. 1.999.999.589,- HPS Rp 1.996.854.465,- sesuai pelaksanaan tender ULP LPSE Kabupaten Rejang Lebong yang di menangkan oleh CV.HABIB dengan harga penawaran Rp. 1.876.679.000,- sebagaimana di ketahui tidak terdapat harga Negosiasi  sehingga terindikasi adanya Kongkalingkong dari pihak Rekanan, Pejabat  BPBD bersama ULP LPSE Kabupaten Rejang Lebong.

Melihat tidak terjadinya harga Negosiasi hal ini terkesan adanya Bocoran harga satuan saat pihak rekanan melakukan penawaran dengan analisa yang tepat tanpa ada selisih harga, sehingga  hal ini cendrung adanya indikasi awal perbuatan curang, selanjutnya pada proses pelaksanaan pembangunan Pihak pelaksana Tidak mengutamakan K3 dan mekanisme aturan pembangunan masa wabah pandemi virus Covid -19 sesuai dengan Protokol Kesehatan.

Berdasarkan keterangan Udin salah satu nara sumber enggan di sebut nama aslinya mengatakan kepada wartawan bahwa, “ seharusnya setelah penandatangan kontrak Pihak melaksana melakukan Uji laboraturium pada Item pekerjaan Pengecorran dan selama 30 hari akan keluar hasil Uji Laboraturium, namun pada kenyataannya pihak pelaksana telah melakukan Pekerjaan pengecorran sebelum keluar hasil Uji laboraturium”. Ujarnya.

Selanjutnya JEVI SARTIKA W, SH sebagai Ketua Lsm GEMAWASBI Provinsi Bengkulu saat di minta pendapat dirinya mengatakan, “ kita akan selalu melakukanpemantauan terhadap Pelaksanaan pembangunan Jembatan jurusan Dusun sawah yang di laksanakan CV.HABIB dengan menggunakan anggaran hampir mencapai Rp 2 Miliar tersebut, terlepas bisa atau tidak kita melakukan teguran terhadap pelaksana dan pejabat terkait,namun Kita pastikan apabila nanti setelah selesai pekerjaan maka kita akan sampaikan beberapa kejanggalan  yang memiliki indikasi kecurangan tersebut,   kepada pihak Hukum Kejaksaan Tinggi Bengkulu, kemudian Kita akan melakaukan pengawasan dalam proses hukumnya, sehingga nantinya dapat terjawab apakah benar Pihak Manajemen CV.HABIB Kebal hukum Seperti yang di gembor – gemborkan pada kalangan masyarakat”. Ujarnya.

Sementara PIhak pelaksana manajemen CV.HABIB beberapa kali ingin di jumpai namun tidak pernah ada di lokasi Kegiatan dan setelah wartawan mencoba menghubungi melalui Aplikasi WhatsApp, pihak Pelaksana melakukan pembelokiran tanpa memberikan HAK jawab, hingga berita Ini di tayangkan belum di dapatkan hasil Confirmasi terhadap Manajemen CV. HABIB sebagai pelaksana maupun pejabat terkait di BPBD.(AZIZA,AYU)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *