Sen. Apr 19th, 2021

Soal Pengadaan Pipa Air Bersih DD 2020, Warga Kota Pagu ‘Ngeluh’

AGEN07.COM, REJANG LEBONG – Puluhan Warga Desa Kota Pagu Kecamatan Curup Timur Kabupaten Rejang Lebong belakangan ‘ngeluh’ soal pelaksanaan Dana Desa (DD) Kota Pagu tahun anggaran 2020 lalu. Pasalnya, realisasi DD bidang fisik berupa pengadaan pipa sarana air bersih senilai rp 800 juta tidak berjalan dengan mulus. Bahkan informasinya, sebagian DD yang semula direncanakan untuk membeli pipa air bersih tersebut terpaksa dikembalikan ke Kas Daerah Kabupaten Rejang Lebong lantaran sudah tidak ada lagi waktu pengerjaan karena sudah melewati akhir tahun anggaran 2020 alias sudah lewat tutup tahun anggaran.

“Kalau sudah begini yang jadi korban adalah kami, masyarakat kecil pak. Gara – gara pipanya tidak ada. Akhirnya air bersih tidak bisa mengalir ke rumah kami pak,” ujar ferdi (30), Warga setempat.

Pemdes Kota Pagu beserta unsur Pemerintah lainnya saat melakukan titik nol kegiatan pemasangan pipa sarana air bersih yang akhirnya batal dilaksanakan

Sementara itu, berdasarkan data dan informasi yang berhasil dihimpun AGEN07.COM di lapangan, kegiatan pemasangan pipa sarana air bersih melalui DD Kota Pagu tahun 2020 tersebut batal dilakukan disebabkan karena sebagian pipa yang dibutuhkan tidak kunjung sampai dari pabrik pembuatan pipa di kepulauan jawa. Pemerintah Desa (Pemdes) sendiri diketahui memesan atau membeli pipa tersebut kepada calo berinisial RSTM dan MRHN sejak pertengahan tahun 2020 lalu.

“Dari awal pelaksanaan memang sudah bermasalah pak. Setelah dilakukan pemesanan, pipa tidak juga dikirim ke Desa. Jadi terpaksa dijemput oleh Pemdes ke pabrik. Tetapi ternyata yang ada baru ada sebagian saja. Sebagian lagi belum ada. Akhirnya pipa yang sudah siap dibawa ke Desa, sedangkan sisanya dijanjikan awal Desember 2020 sudah di kirim ke Desa. Tetapi ternyata sisa pipa yang belum itu hingga awal januari 2021 belum juga dikirim ke Desa pak,” ujar salah satu Warga Desa setempat yang tidak mau disebutkan namanya.

Menyikapi hal itu, sambung sumber, akhirnya disepakati jika dana yang seharusnya digunakan untuk membayar pembelian sisa pipa yang belum dikirim akhirnya dikembalikan ke Kas Daerah Pemda RL dan kegiatan pemasangan pipa sarana air bersih juga batal dilaksanakan.

“Kalau tidak salah dana yang dikembalikan ke kas daerah sekitar rp. 160 juta atau sekitar 30 % dari total pagu pekerjaan senilai rp 800juta. Untuk pipa yang sudah ada sengaja di simpan ditutup menggunakan terpal agar tidak menarik perhatian Masyarakat,” terang sumber.
Sayangnya, Kepala Desa Kota Pagu, Lukman saat akan dilakukan upaya konfirmasi, minggu (7/2) sedang tidak berada di tempat. “Bapak lagi tidak ada. Sedang ke kebun. Malam baru pulang. Kebunnya jauh pak,” ujar salah satu anak Kades di kediamannya. (JAYAK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *