Sen. Apr 19th, 2021

DPW KITA Institute Laporkan Kepsek SMPN 50 BU Ke Komisi Kejaksaan RI

AGEN07.COM, BENGKULU UTARA – Pengakuan ‘bagi – bagi rejeki’ kepada aparat hukum yang dilontarkan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 50 Bengkulu Utara (BU) terkait pelaksanaan DAK fisik bidang pendidikan tahun anggran 2020 dipastikan berbuntut panjang. Pasalnya, perkataan Kepsek bernama Pak Del tersebut, dilaporlan secara resmi oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Komite Independen Transparansi Anggaran (KITA) Institute Bengkulu ke Komisi Kejaksaan RI, pekan lalu.

“Pelaporan ini kita lakukan agar mengetahui kebenaran atas pengakuan yang dikatakan oleh Kepsek SMPN 50 BU tersebut. Khususnya pada poin perkataan jika Kepsek telah memberikan uang kepada pihak kejaksaan dan kepolisian yang ada di Bengkulu Utara. Ini sudah menyangkut nama baik lembaga hukum yang ada di NKRI ini,” ujar Koordinator DPW KITA – INSTITUTE Bengkulu, Agus Purwanto saat di konfirmasi, Sabtu (6/2).

Dijelaskan Agus, dirinya juga meminta agar pihak Kejaksaan bisa segera mengambil sikap atas permasalahan ini. Sebab, jika ternyata perkataan Kepsek SMPN 50 tersebut tidak benar, maka jelas sekali merupakan tindakan mencemarkan nama baik korps Adiyaksa.

“Jika perkataan itu tidak benar kenyataannya, maka pihak kejaksaan maupun kepolisian harus menyeret Kepsek tersebut ke meja hukum atas tuduhan pencemaran nama baik lembaga hukum negara kita. Namun, jika ternyata pengakuan Kepsek tersebut benar adanya, maka oknum Jaksa maupun oknum Polisi yang menerima uang ‘suap’ dari Kepsek itu harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Agus.

Dilain sisi, Agus mengapresiasi sikap cepat tanggap yang ditunjukkan oleh Komisi Kejaksaan RI yang telah menyatakan akan memproses permasalahan yang sempat detil dilansir oleh salah satu media online ternama di Provinsi Bengkulu yaitu RTS.Today beberapa waktu lalu. “Dari pemberitaan yang dilansir oleh Media online RTS.Today, Kita mengetahui jika rekaman pengakuan Kepsek SMPN 50 BU ini sudah beredar dan diketahui oleh sejumlah kalangan Warga di Kabupaten Bengkulu Utara khususnya dan di Provinsi Bengkulu pada umumnya. Jadi harus segera disikapi secara tegas,” ujar Agus.

Seperti dilansir sebelumnya, niat baik untuk memajukan dunia pendidikan dengan melakukan peningkatan Sarana dan Prasarana Sekolah di Kabupaten Bengkulu Utara belakangan justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana korupsi. Seperti halnya yang terjadi pada pelaksanaan DAK Pendidikan di SMPN 50 Desa Kali Satu Kecamatan Armajaya Kabupaten Bengkulu Utara senilai total Rp. 610 juta tahun anggaran 2020, diduga kuat pelaksanaannya sarat akan Korupsi. Bahkan, indikasi korupsi tersebut semakin tergambar jelas oleh prilaku Kepala Sekolah SMPN 50 Bengkulu Utara, Pakdel yang mencoba “menyuap” wartawan agar tidak mempublikasikan indikasi korupsi yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan fisik DAK Pendidikan 2020 tersebut.

Berdasarkan temuan Tim Investigasi AGEN07.COM di lokasi kegiatan pada tanggal 10 Januari 2021, terdapat tiga item kegiatan pembangunan fisik di SMPN 50 Bengkulu Utara yang dibiayai melalui DAK pendidikan 2020, diantaranya rehabilitasi 2 ruang kelas beserta perabotannya senilai rp 170 juta, rehabilitasi ruang perpus beserta perabotannya senilai rp 150 juta serta rehabilitasi ruang guru beserta perabotannya rp 290 juta.

Pada tiga item kegiatan fisik tersebut, penggunaan kayu pada kusen jendela, pintu hingga bubungan atap diduga kuat menggunakan kayu lama, padahal sejatinya kusen jendela, pintu hingga bubungan atap harus diganti dengan menggunakan kayu yang baru jenis atau kelas 2.

Saat dikonfirmasi melalui Handphone, Kepala Sekolah SMPN 50 Bengkulu Utara, Pakdel mengatakan jika penggunaan kayu hanya sebagian saja yang diganti. Sementara untuk barang – barang bekas yang seharusnya dilelang memang belum ada aset yang dilelang.

Selain itu, Kepsek juga mengatakan kepada Wartawan AGEN07.COM agar tidak mempublis permasalahan tersebut dengan iming – iming akan memberikan sejumlah uang dan meminta agar wartawan yang bersangkutan datang menemui dirinya dirumah kepala bidang SMP Dinas Pendidikan Bengkulu Utara.

“Kau kemano bae rozi, wartawan atau LSM yang lain sudah aku kasih semua. Kau dimano kini? Aku tunggu di rumah pak Kusno yo,” kata Pakdel.

Tak hanya itu, Pakdel juga mengatakan jika dirinya telah memberikan uang kepada pihak dinas pendidikan Bengkulu Utara, Kejaksaan dan Kepolisian terkait pelaksanaan DAK pendidikan 2020 di SMPN 50 Bengkulu utara tersebut.

‘Sudah galo aku kasih, Dinas, Kejaksaan, kepolisian. Kesinilah kau tu Rozi,” ujar Pakdel. (Rusik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *