Sen. Apr 19th, 2021

PT Rodateknindo Purajaya Menang, Persekongkolan

AGEN07.COM – Bengkulu,- Kemenangan PT Rodateknindo Purajaya dalam proses Lelang (Tender) pekerjaan Jembatan Pulau Baai II lanjutan yang dilaksanakan Pokja I Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi ( BP2JK) Wilayah Bengkulu dengan harga tawaran Rp.24.788.198.527,96, diduga ada Persekongkolan terselubung.
Demikian pendapat Kamada (Ketua Markas Daerah) Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu, Chairuddin MDK, yang juga pernah menjabat sebagai Manejer LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) Daerah Bengkulu, kepada Wartawan media Online AGEN07, Kamis 5 Pebruari 2021, di Bengkulu.
“ Indikasinya, dua perusahaan Penawar terendah dibawah PT Rodateknindo Purajaya yaitu PT Haidasari Lestari dan PT Fatma Nusa Mulia, selisih tawarannya tidak sampai RP. 1,5 miliar. Bahkan selisih tawaran antara PT Haidasari Lestari dengan PT Fatma Nusa Mulia hanya sebesar Rp. 1,021 Juta. Jadi ada dugaan ketiga perusahaan tersebut memang dikelola atau dikuasai oleh Orang yang sama,” ujar Chairuddin MDK.
Dia juga menyebutkan, indikasi lain adalah digugurkannya tawaran PT Sumber Cipta Yoelanda oleh Pokja I dengan alasan mengada-ada, yaitu tidak memenuhi persyaratan dokumen RKK (kolom identifikasi bahaya tidak diisi sesuai yang disyaratkan dalam LDP). Sementara menurut data autentik yang tak terbantahkan, seluruh kolom yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang sudah diisi semua oleh perusahaan tersebut.
“ Demikian halnya dengan PT Fatma Nusa Mulia yang secara akal sehat tawarannya dibuat oleh orang yang sama dengan yang membuat tawaran PT Haidasari Lestari, oleh Pokja I digugurkan hanya dengan alasan Tidak Mensubkonkan pekerjaan bukan Utama. Itu sama sekali tidak logika. Apalagi menurut informasi dari sumber resmi, PT Haidasari Lestari pernah dinyatakan sebagai pemenang dalam proses lelang sebelumnya untuk paket yang sama, meski kemudian dibatalkan karena tawarannya tidak memenuhi persyaratan,” kata Chairuddin, MDK.
Untuk itu, Chairuddin MDK menyarakan agar PT Sumber Cipta Yoelanda membawa dugaan persekongkolan pemenang lelang itu ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) Bengkulu, karena Surat Keputusan Pemenang Lelang yang diterbitkan Pokja I BP2JK adalah juga merupakan Keputusan Tata Usaha Negara. Menurutnya, penuhi seluruh tahapan proses lelang termasuk sampaikan sanggahan banding agar di PTUN tidak dinyatkan kurang persyaratan
“Bila perlu laporkan juga ke Polda Bengkulu. Kita, Markas Daerah Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu akan mengawal sampai tuntas. Apalagi pada saat pelelangan pertama pekerjaan Jembatan Pulau Baai 2 yang dimenangkan oleh PT Karya Maju Utama Palembang pada 2019 lalu, proses verifikasinya sempat ditarik ke Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) DKI Jakarta. Menurut runmor (isu) yang sempat menyebar luas di Medsos (Media Sosial) ketika itu, Pokjanya terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan) sebagaimana diberitakan Surat Kabar Harian terbesar di Bengkulu, meski kemudian Berita tersebut dinyatakan ‘Hoax’ oleh Polda,” jelas Chairuddin, MDK.
Chairuddin MDK menambahkan, jika PT Sumber Cipta Yoelanda memang benar-benar membawa kasus Pelelangan yang memenangkan PT Rodateknindo Purajaya tersebut ke PTUN, dia menyatakan dengan senang hati akan membantu menyiapkan gugatan, berdasarkan pengalamannya saat mem-PETUN-kan proses pelelang proyek di Kabupaten Bengkulu Utara beberapa waktu lalu.
“ Sangat siap. Karena saya yakin dari tanda-tanda yang saya pelajari ada indikasi telah terjadi semacam Persekongkolan dalam proses tender tersebut,” papar Chairuddin, yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Gabpeknas Provinsi Bengkulu, organisasi Perusahaan tempat berhimpunnya para Kontraktor.(red/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *