Sen. Apr 19th, 2021

Zolimi Rohidin Lewat Medsos, Laskar Merah Putih Siap Pasang ‘Badan’

AGEN07.COM – Bengkulu-, Markas Daerah Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu, menyatakan Siap Pasang ‘Badan’ menghadapI Siapapun yang menzolimi Rohidin Mersyah, Gubernur Bengkulu yang kembali terpilih di Pilkada serantak 9 Desember 2020, apalagi jika penzoliman itu dilakukan lewat Medsos (Media Sosial). Demikian dikatakan Kamada (ketua Markas Daerah) Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu, Chairuddin, MDK, saat diwawancarai Wartawan media Online AGEN07 terkait maraknya akhir-akhir ini tudingan negatif yang menyerang Rohidin Mersyah lewat Fb (facebook).

Chairuddin, MDK

“Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, adalah Dewan Pembina Markas Daerah Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu, bersama Kapolda, DANREM 041/Gamas, Kajati, Danlanal, Kakanwil Kemenkum HAM RI Provinsi Bengkulu dan Kakan Kesbangpol Provinsi Bengkulu. Oleh karenanya, kami memiliki tanggungjawab moral buat melindunginya dari setiap kezoliman yang ditujukan kepadanya,” tegas Chairuddin MDK. Menurutnya, sikap Markas Daerah Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu bukan berarti akan melindungi Rohidin Mersyah dari kesalahan, bukan. Maknanya, jika Rohidin Mersyah memang benar-benar diketahui bersalah sesuai fakta yang dapat diperatnggung jawabkan secara hukum, silahkan proses lewat saluran penegakkan hukum yang ada, dan jangan ‘Digonjang-Ganjing’ lewat Medsos.

“ Jangan diteror dan dipermalukan lewat Medsos. Dan ingat, Medsos termasuk facebook bukan Media Masa seperti Media Online, Media Cetak dan Media Elektronik yang selain keberadaannya dilindungi Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, salah satu fungsinya adalah Kontrol Sosial. Sedangkan Media Masa berbadan hukum saja tidak boleh Digunakan untuk menuding bahwa seseorang bersalah sebelum ada proses hukum, apalagi Medsos. Itu sangat berbahaya. Awas ada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang dapat menjeratnya,” papar Chairuddin, MDK. Menjawab pertanyaan tentang tujuan mereka yang mengkpresikan kekebasan berpendapat yang maknanya bahwa Rohidin Mersyah bersalah, Chairuddin MDK berpendapat, bahwa tanpa berniat menuding tetapi bukan tidak mungkin bertujuan negatif demi kepentingan pribadi. “ Coba tanyakan langsung pada mereka yang melakukan. Mereka pasti tahu jawabnya. Yang pasti, dalam mengepresikan kebebasan berpendapat selain harus bijak dan beretika juga jangan ‘Membunuh’ karakter orang per-orang atau Badan baik Swasta maupun Pemerintah. Simpulnya, jangan merugikan orang lain,” ujar Chairuddin MDK.

aat disinggung tentang kemungkinan ada Pengurus atau Anggota Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu terlibat turut melakukan teror dan mempermalukan Rohidin Mersyah baik dalam kapasitas pribadinya maupun sebagai Gubernur Bengkulu melalui Medsos, dengan tegas Chairuddin MDK menyebutkan, akan memberlakukan Sanksi Organisasi. “ Diakui atau tidak, Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu merupakan satu-satunya Ormas yang secara kelembagaan mendukung Rohidin Mersyah maju di Pilkada 2020, karena dalam kapasitasnya sebagai Dewan Pembina Rohidin Mertsyah adalah Keluarga Besar Laskar Merah Putih. Dan diakui atau tidak termasuk oleh Rohidin Mersyah sendiri, hanya Laskar Merah Putih yang berani berteriak ‘Stop Sebut-Sebut Tangkap Rohidin’. saat ada orang-orang tertentu yang meminta Polda menangkap Rohidin sebagaimana ditayangkan Media Online beberapa waktu lalu. Itu fakta yang tak terbantahkan oleh siapapun, dan bukan Rekayasa atau Trik ‘Kaleng-Kaleng’ untuk minta perhatian, bukan,” beber Chairuddin MDK. Ketika disinggung bahwa Jabatannya Sebagai Kamada Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu saat ini sedang ‘Diobok-Obok’ agar ‘Dia’ Dipecat, Chairuddin mengaku tidak Sperduli dan tidak mau ambil pusing karena Jabatan menurutnya bukan tujuan utama yang harus diprtahankan dengan melakukan berbagai cara. “ Mau dicopot besok, boleh. Mau dinonaktifkan lusa, silahkan. Jabatan saya mau diambil sekarang oleh siapapun yang merasa lebih mampu, ‘Monggo’. Saya tidak tamak dengan jabatan. Jabatan sebagai Kamada saat ini bukan diperoleh atas dasar kedekatan dengan seseorang, siapapun itu. Yang pasti, hingga sekarang Markas Besar dan Majelis Tinggi Dewan Pendiri Ormas Laskar Merah Putih termasuk mayoritas Markas Cabang masih percaya kepada saya, dan tetap komitmen menghendaki saya sebagai Kamada,” ungkapnya. (red/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *