Pastikan Dugaan Penyimpangan, Kadis DPMPD Panggil Kades Tabah Tebilang

AGEN07.COM – Kabupaten Bengkulu Utara -, Tampaknya, permasalahan dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pembangunan jalan jenis perkerasan Desa Tabah Tebilang Kecamatan Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2020 berbuntut panjang. Pasalnya, pasca mendapatkan informasi soal dugaan pembuatan jalan sepanjang 400 Meter yang tidak sesuai speksifikasi dan RAB itu, Kepala Dinas DPMPD Bengkulu Utara, Budi Sampoerno akan melakukan pemanggilan terhadap Kepala Desa Tabah Tebilang serta melakukan croschek ke lokasi pembuatan jalan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Jika nanti terbukti ada penyimpangan maka Kami akan meminta aparat penegak hukum untuk menindaklanjutinya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” kecam Budi Sampoerno, Kamis (3/12).

Dilain sisi, Kadis DPMPD menghimbau dan meminta kepada seluruh Desa yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara untuk segera menyelesaikan pekerjaan dan laporan administrasi pekerjaan, mengingat waktu tutup buku akhir tahun anggaran 2020 sudah didepan mata.

“Kalau ada Desa yang pembangunan fisiknya belum selesai ya segera selesaikan sesuai dengan RAB dan Spesifikasi yang ditentukan. Jangan sampai menjadi hambatan ke depannya,” ujar Kadis DPMPD.

Seperti dilansir sebelumnya, Warga Desa Taba Tebilang Kecamatan Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara belakangan kecewa atas pembangunan jalan sepanjang 400 M yang dibangun menggunakan Dana Desa (DD) tahun 2020. Pasalnya, jalan jenis perkerasan itu dibuat dilokasi yang tidak tepat sasaran lantaran bukan merupakan prioritas lokasi jalan yang dilalui warga setempat untuk aktifitas pertanian maupun aktifitas keseharian lainnya. Tak hanya itu, jalan dengan ukuran bentang badan jalan 4 meter tersebut diduga dibuat secara asal – asalan mengingat saat ini kondisinya sudah rusak di sejumlah titik badan jalan tersebut, padahal jalan itu baru selesai dibuat selang 2 bulan yang lalu.

“Hanya segelintir orang saja yang menggunakan jalan yang baru dibuat itu untuk beraktifitas. Sebenarnya, masih banyak lokasi jalan lain yang justru sangat diharapkan pembangunannya oleh Warga sini karena memang benar – benar selalu digunakan oleh Warga untuk aktifitas pertanian peningkatan ekonomi Masyarakat Desa ini,” ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Selain itu, sambung Sumber, diduga kuat jalan tersebut dibuat tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada memgingat kondisinya saat ini sudah rusak di sejumlah titik. Kurangnya penggunaan material dasar diduga kuat menjadi penyebab utama rusaknya badan jalan yang baru saja berusia beberapa bulan tersebut.

“Papan merk pekerjaan yang merupakan tanda transparasi kepada publik juga tidak ada di lokasi pekerjaan. Kondisi ini terkesan seperti ada yang ditutup – tutupi,” ujar Sumber. (Rasik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *