Runmor KKN Rehab Musolah DPRD Rejang Lebong Merebab

AGEN07.COM – Kabupaten Rejang Lebong,- Merebaknya Runmor atau Isu KKN (Korupsi–Kolusi-Nepostisme) proyek renovasi gedung Musollah di Komplek Sekretariat DPRD Kabupaten Rejang Lebong terus Bergulir, termasuk menjadi topik pembicaraan hangat dikalangan Wartawan baik Cetak, Elektronik maupun Online.
Menurut informasi yang berkembang di lapangan, antara PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) dan Kontraktor Pelaksana Pekerjaan masih memiliki hubungan darah dengan salah seorang Petinggi di DPRD. Anehnya, hingga saat ini tak seorangpun Wartawan yang berusaha mencari tahu tentang Kebenarannya, sehingga Runmor atau Isu tersebut tidak menjadi ‘Bola’ liar berkepanjangan.
Terpisah, salah seorang Petinggi lain di DPRD Kabupaten Rejang Lebong, saat dikonfirmasi melalui pesawat telepon selularnya, secara spontan membenarkan bahwa terjadi semacam KKN (Kolusi) di proyek rehab Musollah tersebut.
“ Sudah bukan rahasia lagi. Ya ada KKN. Semua anggota (DPRD) termasuk kalangan anda (Wartawan) tahu. Tetapi sudahlah. Buktinya anda-anda (Wartawan) tidak ada yang berani (memberitakan),” kata Petinggi DPRD yang meminta tak ditulis namanya bukan karena alasan ‘Takut’ atau demi ‘Keamanan”, tetapi semata-mata hanya untuk bisa memelihara rasa ‘Toleransi’ sesama(anggota DPRD).
“Padahal, agar Isu tidak berdampak menjadi fitnah khususnya diantara sesama anggota DPRD, adalah menjadi tugas Wartawan sesuai dengan kapasitasnya sebagai media Kontrol Sosial,” ungkap seorang sumber berbeda yang juga berulang kali meminta tak disebutkan namanya, kepada awak media Online AGEN07, Selasa 24 Nopember 2020, di Curup.
Seperti diketahui, pada tahun anggaran 2020 Sekretariat DPRD Kabupaten Rejang Lebong memiliki Paket Belanja Modal Aset tetap berupa Pengadaan Aset tetap Renovasi Rehab gedung Kantor. Pekerjaan dengann nilai Kontrak sebesar Rp. 332.039.000 sebagaimana tertuang dalam Surat Perjanjian Nomor: 03/KONTRAK/KONST/PRBGK/DPRD/ 2020 tanggal 14 September 2020 tersebut dilaksanakan oleh CV Trisaningrum
Masih menurut kabar yang beredar luas khususnya di .lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Rejang Lebong, meski tidak menggunakan Perusahaan atas namanya tetapi yang melaksanakan pekerjaan disebut-sebut masih memiliki hubungan darah dengan Petinggi penentukan Kebijakan.
Untuk mengetahui kebenaran ‘Runmor’ atau ‘Isu’ yang bukan tidak mungkin akan berdampak saling curiga mencurigai antar sesama anggota DPRD setempat, redaksi AGEN07 sudah menugaskan Wartawanya ke Curup.(red/tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *