Sen. Apr 19th, 2021

Toni : “LMP Ade Erfil Manurung Wajib Dibubarkan”

Sekretaris Markas Daerah Laskar Merah Putih Prov. Bengkulu, Saat Berada di Markas Besar Laskar Merah Putih.

Bengkulu, AGEN07 – Laskar Merah Putih (LMP) versi Ade Ervil Manurung, termasuk Markas Daerah ‘Kaleng-Kaleng’ di Provinsi Bengkulu Wajib dibubarkan, karena selain sudah dibekukan oleh Majelis Tinggi Dewan Pendiri (MTDP) selaku ‘Pemilik yang sah, juga berpotensi Memecah Belah kerukunan Anak bangsa.

      Demikian ditegaskan Sekretaris Markas Daerah (Mada) Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu, Ahwan Toni, Amd, akrab disapa Toni, terkait keangkuhan sekelompok orang yang mengaku Markas Daerah Laskar Merrah Putih versi Ade Erfil Manurung yang mendapatkan semacam Pengakuan dari Kesbangpol Provinsi Bengkulu setelah menyampaikan data-data exfired (kadaluwarsa) keabsahan Laskar Merah Putih.

      “Terkait statemen (pernyataan) orang yang mengaku sebagai Ketua Harian 2 LMP versi Ade Erfil Manurung, Rudi Efendi sebagaimana ditayangkan salah satu media Online, sama sekali tidak akan saya tanggapi karena selain tidak layak untuk diperdebatkan,  pemahaman dan pengetahuan orang bernama Rudi Efendi tentang Laskar Merah Putih Nol Besar. Dia bersama kelompoknya hanya berusaha menghimpun data-data tentang Ade Erfil Manurung sebelum dibekukan oleh MTDP baik itu video maupun pernyataan-pernyataan, kemudian digunakan untuk mengelabui Kesbangpol Provinsi Bengkulu guna mendapatkan pengakuan. Coba Tanya pada mereka, apakah mereka berani menunjukkan Video Pernyataan Majelis Tinggi Dewan Pendiri Laskar Merah Putih yang Membekukan Jabatan Erfil Manurung sebagai Ketua Umum Laskar Merah Putih  kepada Kesbangpol Provinsi Bengkulu,” jelas Toni.

      Contoh, mereka berpendapat bahwa dengan diperolehnya Surat Pemberitahuan Keberadaan Organisasi dari Kesbangpol Provinsi Bengkulu, bahwa Markas Daerah Laskar Merah Putih versi Ade Erfil Manurung adalah yang sah. Itu pemahaman Ngawur namanya. Sebab Kesbangpol baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, bukan Instansi Pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mengesahkan atau tidak mengesahkan suatu Organisasi,” ucapnya. .

      Contoh lain, mereka menuding bahwa Analisa Kubu LMP Chairuddin, MDK (tentang Laskar Merah Putih) tidak benar dan sifatnya hanya mencari-cari kesalahan. Untuk itu saya tegaskan, analisa kami tentang Laskar Merah Putih adalah sangat benar, karena faktanya realistis sesuai dengan kenyartaan yang ada, Kami hanya berusaha mengungkapkan tentang kebenaran untuk mengingatkan mereka siapapun yang selalu mencari Pembenaran hanya untuk kepentingan pribadi agar kembali ke jalan yang benar,” Tegas Toni.

      Menjawab pertanyaan tentang agar mereka kembali ke jalan yang benar apakah ditujukan kepada kelompok Laskar Merah Putih versi Ade Erfil Manurung, dengan tegas Toni mengetakan, TIDAK, Hanya saja menurut dia, jika kemudian ada yang merasa terkena sasaran tembak, itu sangat tergantung kepada mereka. Yang pasti, prilaku mencari Pembenaran untuk Membenarkan yang Salah, adalah perbuatan tidak terpuji yang berpotensi merugikan orang lain.

      Dia menambahkan, Organisasi Laskar Merah Putih dibentuk dan didirikan oleh beberapa orang yang kemudian disebut dengan Majelis Tinggi Dewan Pendiri. Pengertian hakikinya, Majelis Tinggi Dewan Pendiri adalah ‘Pemilik’ yang sah berdasarkan AD/ART Laskar Merah Putih. Selain anggota Dewan Pendiri atas persetujuan bersama bisa menduduki suatu Jabatan di Dewan Pengurus, Dewan Pendiri juga berhak mengangkat atau memberikan kepercayaan kepada Orang lain untuk menduduki suatu Jabatan di Dewan Pengyurus. Hanya saja, jika karena sesuatu dan lain hal Dewan Pendiri sudah tidak Percaya kepada mereka yang dipercaya menduduki Jabatan di Dewan Pengurus siapapun orangnya, maka Dewan Pendiri berhak membatalkan atau mencabut kepertcyaannya bisa dengan cara Diberhentikan atau Dibekukan.

      BAB III Pasal 7 Anggaran Dasar Laskar Merah Putih dengan tegas mengamanatkan, Majelis Tinggi Dewan Pendiri adalah mereka yang sudah sepakat mendirikan Perkumpulan Organisasi ini (Laskar Merah Putih) dan sudah disahkan melalui Akte Notaris Pendirian. Majeli Tinggi Dewan Pendiri memegang Kekuasaan tertinggi diantaranya atas Pengangkatan dan Penetapan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Markas Besar Laskar Merah Putih dan melakukan Pengawasan kebijakan yang dijaklankan Markas Besar Laskar Merah Putih

      “ Itulah yang terjadi dengan kasus antara Dewan Pendiri dengan Ade Erfil Manurung. Ade Erfil Manurung pernah diberi kepercayaan menduduki Jabatan Ketua Umum Markas Besar Laskar Putih.  Tetapi karena sesuatu dan lain hal yang menurut Dewan Pendiri merupakan Pelanggaran Berat Organisasi, Dewan Pendiri Membekukan Jabatan Erfil Manurung sebagai Ketua Umum Markas Besar. Hanya saja Ade Erfil Manurung justru tidak bisa menerima kenyataan. Ironisnya, untuk meluapkan ketidak puasannya, Ade Erfil Manurung tidak melakukan perlawanan sebagaimana diatur Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Laskar Merah Putih. Dia justru melakukan perlawanan dengan cara seolah-olah dirinya masih Ketua Umum Markas Besar Laskar Merah Putih, yang kemudian berdampak menimbulkan kegaduhan dan perpecahan dikalangan Keluarga Besar Laskar Merah Putih,” tutur Toni.

      “Padahal kalau saja Ade Erfil Manurung mau berpikir jernih sebagai seorang Organisatoris sejati, dia seharusnya bisa menerima kenyataan bahwa sesuai dengan Kewenangannya Majelis Tinggi Dewan Pendiri selaku Pemilk Laskar Merah Putih sudah hilang kepercayaannya kepada dia, kemudian Membekukan Jabatannya sebagai Ketua Umum Laskar Merah Putih. Saya ingatkan sekali lagi, Majelis Dewan Pendiri adalah Pemilik Laskar Merah Putih, dengan kewenanganya bukan saja bisa membekukan suatu jabatan di Dewan Pengurus, tetapi barhak membubarkan Laskar Merah Puitih,” beber Toni dengan serius.

      Ia juga menyebutkan, bahwa kekisruhan dan perpecahan dikalangan Keluarga Besar Laskar Merah Putih akibat menuver Erfil Manurung termasuk para pendukungnya, adalah bukan merupakan persoalan lokal yang hanya ada di Provinsi Bengkulu.

                “Untuk itu saya tidak perlu melayani pernyataan sekolompok orang yang mengaku Markas Daerah Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu versi Ade Erfil Manurung. Sebaliknya, jika diijinkan dan direstui oleh Ketua Umum Laskar Merah Putih yang saya hormati dan banggakan, H.M. Arsyad Canu, saya sangat ingin mengundang saudara Ade Erfil Manurung datang ke Bengkulu untuk berdebat dengan Markas Daerah Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu yang sah, baik secara intlektual, akademis maupun pandangan hokum,” Tutup Toni. (Red/05/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *