SK Mandat Pembentukan Mada LMP Ade Erfil Manurung ‘Aneh’

Ketua Harian Markas Cabang Laskar Merah Putih Kota Bengkulu, Dalam suatu acara beberapa waktu lalu di Kota Bengkulu

      Bengkulu, AGEN07 – Surat Keputusan (SK) pembentukan Markas Daerah (Mada) Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu verai Ade Erfil Manurung dari Markas Besar (Mabes) yang Jabatan Ketua Umumnya sudah dibekukan Majelis Tinggi Dewan Pendiri (MTDP) Aneh dan Janggal sehingga dapat dikatagorikan menjadi SK Abal-Abal..

Fhoto Bersama Pengurus LMP Prov. Bengkulu Usai Pelaksanaan Acara Forum Tatap Muka Daerah, Beberapa waktu lalu

      Demikian pendapat Ketua Harian (Kahar) 1 Markas Cabang Laskar Merah Kota Bengkulu, Zainuar, yang mengaku pernah membacanya karena SK tersebut sempat diedarkan lewat Media Sosial (Medsos) akun facebook (fb) oleh salah seorang dari kelompok Iskandar Herli yang namanya masuk dalam SK dengan nomor urut Satu.

      “Kejanggalan pertama terdeteksi pada alinea awal SK dengan menyebutkan, bahwa Badan Pengurus Markas Daerah Laskar Merah Putih Prov. Bengkulu tidak berjalan sama sekali. Kalimat tersebut bermakna seolah-olah di Provinsi Bengkulu sudah terbentuk Markas Daerah Laskar Merah Putih versi Ade Erfil Manurung. Padahal berdasarkan fakta yang tak mungkin terbantahkan, selama ini belum pernah ada Markas Daerah Laskar Merah Putih versi mereka (Ade Erfil Manurung). Yang ada adalah Markas Daerah Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu dengan Ketua Umum HM. Arsyad Cannu dan Ketua Mada Chairuddin, MDK,. Itu artinya mereka sudah melakukan pembohongan Publik,” kata Zainuar.

      Kejanggalan berikutnya yang justru sangat prinsif dalam Organisasi adalah,  SK Mandat ditandatangani oleh H. Ade Erfil Manurung, SH sebagai Ketua umum, dan Neneng A. Tuty, SH sebagai Sekretaris. Padahal yang berlaku diseluruh Organisasi baik itu Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), Organiasi Profesi, Partai Politik (Parpol) dan Orgamnisasi Kemasyarakatan (Ormas) terkhusus Ormas Laskar Merah Putih yang Ketua Umumnya pernah dijabat oleh Ade Erfil Menurung sebelum dibekukan oleh MTDP, untuk pada tingkat pusat (Mabes) setiap SK ditandatangani oleh Ketua Umum (Ketum) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) sesuai amanat Anggaran Rumah Tangga (ART). Dengan demikian SK Mandat, jika kita mengacu ART maka SK Mandat tersebut Cacat atau tidak sah,” ujarnya.

      “Ironisnya, SK Mandat yamg dijadikan dasar untuk membentuk Markas Daerah Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu versi Ade Erfil Manurung itu, oleh Kesbangpol Provinsi Bengkulu dijadikan dasar untuk menerbitkan Surat Pemberitahuan Keberadaan Organisasi. Tragisnya lagi, surat dari Kesbangspol tersebut oleh Kelompok Iskandar cs dijadikan Alat untuk membuktikan bahwa Laskar Merah Putih mereka sah. Betul-betul memalukan,” tambah Zainuar.

      Dia juga mempertanyakan keanehan isi Surat Pemberitahuan Keberadaan Organisasi dari Badan Kesbangpol untuk Markas Daerah Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu versi Ade Erfil Manurrung, dimana pada jabatan Ketua tertulis Iskandar Herli, SH (Plt).

      “Plt adalah singkatan dari Pelaksana Tugas. Artinya orang bernama Iskandar Herli adalah bukan Ketua. Dengan kata lain, Iskandar Herli adalah orang yang melaksanakan tugas-tugas Ketua. Lantas Siapa Ketua Markas Daerah Laskas Merah Putih Provinsi Bengkulu versi Ade Erfil Manurung. Mungkinkah Ketuanya sedang melaksanakan tugas di luar kota atau sedang sakit,” papar Zainuar. Terkesan bertanya.

      “Jika Ketuanya memang sedang melaksanakan tugas diluar kota atau sakit, tentunya yang harus ditulis di Surat itu tetap nama ketua. Sebab yang namanya Plt Ketua sifatnya bukan permanen melainkan  bersifat sementara. Atau memang Markas Daerah Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu versi Ade Erfil Manurung tidak memiliki Ketua. Kalau tidak memiliki Ketua, pertanyaan besarnya kok Badan Kesbangpol Sudah Menerbitkan Surat Pemberitahuan Keberadaan Organisasi. Oleh karenanya sah-sah saja  jika ada yang berpendapat penerbitan Surat Pemberitahuan Keberadaan Organisasi untuk Markas Daerah Laskar Merah Putih versi Ade Erfil Manurung memang dipaksakan. Cara tersebut sama artinya dengan mendiskriditkan Markas Daerah Laskar Merah Putih yang sah dengan Ketua Umum H.M Arsyad Cannu.,” tegasnya.

                Zainuar mengingatkan agar siapapun dan pihak manapun untuk tidak Mengkerdilkan Markas Daerah Laskar Merah Putih Provinsi Bengkulu dengan Ketua Markas Daerah  Chairuddin, MDK, sebab di dalam SK dari Markas Besar Laskar Merah Putih yang ditandatangani oleh H.M. Arsyad Cannu sebagai Ketua Umum dan  Anderson Derek Riwoe sebagai Sekretaris Jenderal, Dewan Pembinanya jelas-jelas tertulis Gubernur Bengkulu, Danrem 041/Gamas Bengkulu, Kapolda Bengkulu, Kejati Bengkulu, Dan Lanal Bengkulu, Kepala Badan Kesbangpol Bengkulu yang surat pemberitahuan organisasinya yang lebih dahulu diterbitkan. (Red/07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *